by

DIVIF 1 KOSTRAD SELENGGARAKAN PENYULUHAN PENCEGAHAN, PEMBERANTASAN, PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOBA (P4GN) TAHUN 2020

-Nasional-59 views

Beritamiliter.com- Selasa, 30 Juni 2020. Divisi Infanteri 1 Kostrad menyelenggarakan penyuluhan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba (P4GN) Satjar Divif 1 Kostrad tahun 2020 bertempat di Aula Prakasa Divif 1 Kostrad Cilodong, Depok , Selasa 30 Juni 2020, dihadiri oleh 120 orang peserta terdiri dari Perwira Madivif 1 Kostrad, Denma Divif 1 Kostrad, Denpal Divif 1 Kostrad, Denpom Divif 1 Kostrad, Denhub Divif 1 Kostrad, Ajen Divif 1 Kostrad.

Pada acara tersebut Kepala Staf Divif 1 Kostrad Brigjen TNI Anton Yuliantoro, S.I.P., M.Tr.(Han) membacakan sambutan Pangdivif 1 Kostrad yang dihadiri oleh Irdivif 1 Kostrad, Irutum Divif 1 Kostrad, Asren Divif 1 Kostrad, para Asisten Kasdivif 1 Kostrad, Para Dan/Ka satuan jajaran Divif 1 Kostrad Wilayah Cilodong dan Kepala BNN Kota Depok beserta Tim. Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad Mayjen TNI h Agus Rohman, S.I.P, M.I.P, mengucapkan terimakasih kepada seluruh prajurit satuan jajaran Divif 1 Kostrad yang telah hadir dalam penyuluhan kegiatan Penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Dalam sambutannya, Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad Mayjen TNI h Agus Rohman, S.I.P, M.I.P menyampaikan bahwa di dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1997 tentang psikotropika pada Pasal 5 Ayat 1 disebutkan bahwa masyarakat memiliki kesempatan yang seluas-luasnya untuk berperan serta dalam membantu mewujudkan upaya pencegahan penyalahgunaan psikotropika. Namun, hingga saat ini belum semua warga termasuk aparat didalamnya memiliki kesadaran untuk “memerangi” Narkotika dan obat-obatan terlarang atau Narkoba. Mereka baru merasa berkepentingan untuk mewaspadai bahaya Narkoba ketika orang-orang dekatnya bermasalah dengan Narkoba.
Sedangkan untuk menanggulangi bahaya Narkotika diperlukan kebijakan dan strategi kampanye serta sosialisasi bahaya Narkoba dan penanggulangannya yang komprehensif, multi disiplin, terkoordinasi, terpadu, konsisten, tepat waktu dan berkelanjutan. Cara sosialisasi adalah proses kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi secara terus menerus tentang bahaya Narkoba dan upaya penanggulangannya, membangun, menginternalisasikan dan membudayakan nilai, sikap, perilaku anti serta melawan Narkoba sampai tertanam dalam hati nurani setiap orang dan masyarakat. Secara strategis sosialisasi perlu diarahkan kepada membangun keyakinan semua pihak dan setiap orang, tekad dan kiprah bersama bahwa tindakan dan aksi pencegahan bagaimanapun lebih baik dari pengobatan.

Harapannya, Panglima Divisi Infanteri 1 Kostrad Mayjen TNI h Agus Rohman, S.I.P, M.I.P agar peran serta seluruh elemen masyarakat yang sangat diperlukan dalam memerangi bahaya penyalahgunaan Narkoba. Sehingga memerangi Narkoba adalah tugas seluruh elemen masyarakat, termasuk seluruh prajurit Divif 1 Kostrad pada khususnya. Sampai dengan saat ini bahaya Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba telah meningkat secara signifikan dan meluas di setiap pelosok tanah air. Permasalahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba semakin komplek seiring dengan terungkapnya penderita HIV/AIDS yang berasal dari kelompok pengguna Narkoba dengan media suntik. Harapan ke depan setelah mengikuti Penyuluhan Pencegahan dan Penyalahgunaan Narkoba para peserta dapat memiliki bekal dalam membangun sikap mental dan jati diri prajurit Divif 1 Kostrad agar terbebas dari bahaya Penyalahgunaan Narkoba. Pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed